Bagi seorang guru mengajar merupakan bagian dari aktivitas kehidupan sehari-hari. Sesuai dengan tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi), seorang guru berkewajiban untuk mendidik, mengajar, dan melatih siswa agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diharapkan.
Namun terkadang seorang guru menghadapi berbagai kendala dalam melaksanakan tugas ini. Sebagian besar kendala yang dihadapi berasal dari faktor siswa dan faktor guru itu sendiri.
Faktor siswa biasanya menyangkut hal-hal seperti intakes, semangat belajar, kenakalan, dan lain-lain.
Faktor guru antara lain berkenaan dengan kompetensi guru itu sendiri, baik menyangkut penguasaan materi, metode, pendekatan, strategi, dan lain-lain.
Mungkin kita pernah merasa kesal ketika sedang mengajar, para siswa tidak menunjukkan semangat belajar. Mereka malas-malasan di meja, atau mengobrol dan bercanda dengan teman sebangkunya. Singkatnya keaktifan mereka justru di luar pembelajaran yang sedang dilaksanakan. Bagi guru yang bijak tentu hal ini tidak akan memancing amarah, malah menjadikannya sebagai tantangan untuk mencari solusi yang tepat dalam mengatasi hal ini. Guru seperti ini akan secepatnya mengambil tindakan yang dapat mengembalikan semangat dan konsentrasi siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung. Dengan merefleksi kegiatan pembelajaran, maka akan ditemukan solusi pemecahan masalah ini. Saya yakin guru yang sudah berpengalaman sudah mengantongi berbagai cara dalam menyelesaikan persoalan pembelajaran.
Salah satu faktor penyebab siswa tidak bergairah dalam belajar antara lain, kurangnya motivasi yang diberikan oleh guru terhadap siswa untuk belajar. Biasanya sebelum guru memberikan materi, pada kegiatan awal pembelajaran, para siswa diberikan appersepsi dan motivasi. Oleh karena itu, mensupport siswa pada awal pembelajaran sangatlah menentukan tingkat semangat belajar peserta didik kita. Hendaknya pemberian motivasi pada awal pembelajaran jangan sampai terlupakan, atau sengaja dilakukan karena pertimbangan materi yang cukup banyak, sehingga khawatir berkurangnya waktu untuk menyampaian materi. Tentu saja motivasi diberikan hendaknya mengarah pada tujuan pembelajaran. Artinya berhubungan dengan materi yang hendak kita sampaikan.
Video berikut ini, dapat dijadikan bahan perbandingan dalam kegiatan di awal pembelajaran.
Demikianlah yang dapat admin sampaikan kali ini. Semoga tulisan ini dapat memberikan sedikit pencerahan bagi para guru untuk lebih peduli lagi terhadap tugas pokok terutama dalam memberikan yang terbaik dalam dunia pendidikan.
Sudah barang tentu tulisan ini banyak kekurangan. Dengan kerendahan hati, saya mohon kepada para pembaca untuk memberikan masukan yang bermanfaat untuk lebih meningkatkanya lagi.
ADS HERE !!!